Harga Kakao ICE Merosot 3 Persen Setelah Kerusuhan Pantai Gading Berakhi

Harga kakao berjangka ICE Futures pada akhir perdagangan Selasa dinihari (10/01) ditutup merosot terendah 1 bulan. Pelemahan harga kakao terjadi setelah dicapainya kesepakatan antara pemerintah Pantai Gading dengan kelompok pemberontak militer yang memblokade jalur utama produksi kakao.

Negosiasi pemerintah Pantai Gading dengan pemberontakan berakhir setelah dua hari, dimana aksi pemberontak tersebut telah melumpuhkan beberapa kota di Pantai Gading, produsen terbesar di dunia.

Menyusul pertemuan kabinet luar biasa pada hari Sabtu, Presiden Alassane Ouattara mengatakan ia mencapai kesepakatan dengan tentara yang telah memblokir jalan-jalan di pusat kota Bouake di Daloa, salah satu daerah kakao terbesar, dan ibukota komersial Abidjan. Protes dimulai Jumat atas tuntutan upah yang lebih tinggi, pembayaran bonus dan kondisi hidup yang lebih baik.

Kerusuhan mendukung harga kakao Jumat, mengambil keuntungan minggu lalu menjadi 5,1 persen, terbesar untuk kontrak teraktif sejak Agustus. Hal ini juga membawa kembali kenangan perang sipil 2011, ketika berjangka di London melonjak lebih dari 20 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini dan larangan ekspor diberlakukan pada kacang yang digunakan untuk membuat cokelat.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2017 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup anjlok. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar -77 dollar atau -3,41 persen pada posisi 2.184 dollar per ton.

Malam nanti akan dirilis data-data ekonomi NFIB Business Optimism Index Desember, JOLTs Job Openings November, Wholesale Inventories MoM November, yang semuanya diindikasikan meningkat. Jika terealisir dapat menguatkan kembali dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan melemah terbatas dengan penguatan dollar AS. Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk menembus level Support pada posisi 2.130 dollar. Jika level Support tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.080 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan ditembus jika terjadi kenaikan ada pada 2.230 dollar dan 2.280 dollar.

Sumber : vibiznews.com (djok)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter