Harga Minyak Tertekan, Karet Ikut Melemah Pagi Ini

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet kembali bergerak melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/11/2017), sejalan pelemahan minyak mentah dan penguatan yen.

Harga karet untuk pengiriman Mei 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), melemah 0,46% atau 0,90 poin ke level 195,10 yen per kilogram (kg) pada pukul 10.31 WIB.

Sebelumnya harga karet kontrak Mei dibuka melemah 0,05% di level 195,90. Adapun harga untuk kontrak April 2018 terpantau melemah 0,21% ke level 193,80 yen per kg setelah pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,77%.

Kazunori Kokubo, managing director Yutaka Shoji Singapore, mengatakan harga karet tertekan oleh melemahnya minyak mentah, sehingga memicu aksi jual komoditas ini.

Persediaan karet Jepang terpantau meningkat 8,3% ke 6.262 ton. Adapun persediaan karet China yang dimonitor Shanghai Futures Exchange terpantau merosot 37% ke 322,408 ton per pekan lalu, turun dari level tertinggi sejak 2003.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,65% atau 0,38 poin ke US$57,73 per barel pada pukul 10.43 WIB.

Pelemahan minyak ini dipicu oleh mulai pulihnya jaringan pipa yang mengalirkan minyak mentah dari ladang minyak Alberta ke pusat perdagangan minyak mentah AS

Dilansir Reuters, TransCanada Corp. menuturkan, pipa minyak mentah Keystone akan dimulai pada tekanan yang rendah pada hari ini (28/11) setelah dua minggu mengalami kebocoran 5.000 barel minyak mentah di pedesaan South Dakota.

Perusahaan yang berbasis di Calgary tersebut mengatakan bahwa U.S Pipeline Hazardous Materials Safety Administration (PHMSA) meninjau ulang rencana perbaikan dan pemulihan.

Di sisi lain, nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,08% atau 0,09 poin ke posisi 111,18 per dolar AS pada pukul 10.54 WIB.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Mei 2018 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

28 November

(10.31 WIB)

195,10

-0,46%

27 November

196

 

Sumber: Bloomberg (djk)

 

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter