Serius Garap Sektor Hilir, PTPN XII Pacu Produksi Kopi dan Teh Kemasan

KENALKAN PRODUK: (ki-ka) Ardi Iriantono Sekretaris Perusahaan PTPN XII  dan Benny Waluyo  Direktur Utama PT Rolas Nusantara Mandiri (RNM) pengelola Rollaas Coffe & Tea mengenalkan aneka produk PTPN XII sebagai salah satu produk unggulan.

SURABAYA | duta.co -Peluang bisnis kopi di Indonesia saat ini semakin bagus. Tahun 2010, konsumsi kopi sekitar 0.,8 kilogram per kapita per tahun. Saat ini angka itu sudah naik menjadi 1,2 kilogram. Kalau dikonversi, kira-kira sekitar 2-3 cangkir kopi per hari dan terus meningkat seiring tren minum kopi yang makin marak sebagai salah satu gaya hidup.

Karenanya PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII terus memaksimalkan potensi produk agro dengan mengarap sektor hilir. Kalau selama ini kebanyakan produk agro seperti kopi, teh dan kakao di ekspor dalam bentuk bahan baku utuh, kini mulai dikemas. Tahap awal aneka produksi teh, kopi dan kakao kemasan PTPN XII untuk produk dalam negeri dengan menyasar semua segmen.

Ardi Iriantono Sekretaris Perusahaan PTPN XII mengatakan sekitar 85-90 persen produk teh, kopi dan kakao untuk pasar ekspor.  Kopi, teh, dan kakao  produksi PTPN XII sudah mendapat tempat di pasar global dengan cirikhas dan kualitas yang tidak perlu diragukan.

“Sekitar 85-90 persen produk teh, kopi dan kakao untuk pasar ekspor. Termasuk diantaranya produk karet produksi PTPN XII. Kini secara bertahap menggarap sektor hilir dengan membangun pabrik produksi untuk teh dan kopi,” katanya , Selasa (23/1).

Selama jelas Ardi Iriantono ada anggapan produk nomor satu PTPN XII untuk pasar ekspor, sementara pasar dalam negeri hanya kualitas rendah.  Dengan membangun pabrik untuk teh dan kopi, semua masyarakat Indonesia bisa menikmatinya.

“Masih perlu edukasi,  sosialisasi dan penetrasi pasar ditengah persaingan sejenis yang sangat ketat di pasar. Namun secara perlahan, produk teh dan kopi kami men dapat tempat bagi pecinta teh dan kopi dalam negeri. Aneka produk teh dan kopi bisa didapatkan di pasar modern, pasar tradisional dan kini bisa dinikmati juga di Café Rollaas Coffee & Tea yang sudah buka di sejumlah kota besar Indonesia,” jelasnya.

Ardi Iriantono mengungkapkan produksi kopi  Arabica PTPN XII kisaran  3.000 ton per tahun dan kopi Robusta sekitar 4.000 toin dengan  luas lahan 10 ribu hektare. Saat ini produksi teh di Kebun Teh Wonosari,  Malang, mencapai 10 ton per hari. Produksi teh di Kebun Kertowono, Lumajang hanya 3-4 ton. Hal ini dikarenakan, di daerah tersebut intensitas hujan lebih tinggi.

“Teh dan kopi produksi PTPN XII punya citarasa yang khas dan disukai wisatawan dari Jepang yang berkunjung ke Surabaya. Untuk teh, Jepang dikenal memiliki budaya minum teh, dan kaget ketika disajikan seduhan teh produksi PTPN XII yang  menurut mereka kualitas bagus,” kata Benny Waluyo  Direktur Utama PT Rolas Nusantara Mandiri (RNM) pengelola Rollaas Coffe & Tea.

Benny menambahkan banyak wisatawan manca Negara khususnya dari Jepang yang ke Surabaya mampir ke Rollaas Coffe & Tea untuk minum dan memborong aneka produk yang ada. Mulai kopi, teh dan kakao. Namun mereka lebih menyukai membeli kopi luwak yang memang di Jepang tidak ada untuk buah tangan dan dinikmati.

“Teh juga mereka suka ketika produk yakni white, green dan black tea. Dengan proses yang rumit dan panjang, produk teh dan kopi PTPN XII mampu memiliki cirikhas rasa yang berbeda dan banyak disukai pecinta kopi dan teh,” jelas Benny.

Respon pecinta kopi dan teh dengan dibukanya Rollaas Coffe & Tea cukup bagus. Banyak komunitas pecita kopi dan  teh yang sebelumnya tidak tahu dan akhirnya menyukai dengan aroma dan kualitas kopi dan teh produksi PTPN XII,” jelas Benny Waluyo.

Sumber : duta.co (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter