Pengembangan Bandara Tunggu Appraisal

Rencana pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember masih terus berlanjut. Sejauh ini masih menunggu dari pihak appraisal untuk menilai semua aset bandara yang ada di Desa Wirowongso, Ajung ini. ”Karena konsep pengelolaan bandara nantinya Bussines to Bussines (B to B) antara PTPN XII dengan pihak Angkasa Pura II,  kata Anis Febriantomo, direktur Operasional PTPN XII, beberapa waktu lalu. 

Sejauh ini, pihaknya masih terus melanjutkan proses perbincangan dengan pihak Angkasa Pura II terkait pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember. “Masih banyak yang harus kita bicarakan,” tegas Anis.

Konsep pengembangan ini memang Bussines to Bussines (B to B). Yakni, murni antara Angkasa Pura II dengan PTPN XII untuk pengembangan ke depan. 

Terkait perjanjian B to B yang nantinya dijalankan pihak PTPN XII dengan Angkasa Pura II, diakuinya masih menunggu. “Terutama menunggu dari hasil penilaian dari pihak appraisal alias juru taksir,” jelasnya.

Apakah nantinya berbentuk sharing saham dan sebagainya masih dalam tahap pembicaraan lebih lanjut. “Pihak jajaran direksi sudah bertemu dengan direksi Angkasa Pura di Jakarta,” jelasnya. Sehingga, inilah yang nantinya merumuskan bagaimana pengembangan Bandara Jember ke depannya.

Jika tidak B to B, diakuinya akan sangat sulit mengembangkan bandara ini. Apalagi ke depan, konsep pengembangan dengan konsep B to B. Sebab, itu yang paling mungkin dilakukan. Pengembangan ini nantinya banyak menggunakan lahan hak guna usaha di PTPN XII.  Sehingga, penggunaan lahan inilah yang harus dinilai terlebih dahulu oleh juru taksir. “Tergantung dari penilaian appraisal nanti bagaimana,” tuturnya. 

Dengan B to B yang berbasis bisnis ini, diakui Anis, yang diharapkan adalah harus menguntungkan kedua belah pihak. Oleh karena itu, perlu ada pembicaraan yang serius di tingkat direksi kedua belah pihak.

Apalagi, ada penambahan lahan yang cukup banyak. “Kita menambahnya mungkin sekitar 213 hektare. Kalau di KSO (Kerjasama Operasional dengan Pemkab Jember) 413 Hektare,” jelasnya.  

Namun, lahan yang telah disurvei sekitar 213 hektare. Jika memang ada pengembangan lanjutan, maka bisa sampai sekitar 400 hektare-an. 

Pihaknya berharap, pengembangan Bandara Jember ini bisa dilakukan dengan cepat, bahkan pihaknya berharap pengembangan ini bisa lebih cepat dari pembangunan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. “Lebih cepat, itu yang kita harapkan,” tegasnya.

Penaksir akan menilai semua aset yang ada di bandara, termasuk aset dari Pemkab Jember. “Pemda selama ini hanya menjadi pengelola,” jelasnya. Tetapi, nantinya akan tetap dinilai juga. Sehingga, diakuinya harus segera ada penilaian ulang aset untuk dirundingkan dengan Angkasa Pura.

Selama ini, diakui Anis, dari sisi Pemkab Jember masih terbatas KSO. Di mana dalam KSO tersebut, Bandara masih satu paket dengan lapangan golf Glantangan. “Makanya harus segera kita pisahkan. Nanti sharing saham dan sebagainya (dengan Pemkab Jember, Red) dibicarakan lebih lanjut,” tuturnya. 

Posisi Pemkab Jember akan dinilai ulang saham-sahamnya, termasuk bangunan yang sudah dibangun di area bandara. “Prosentase sahamnya kan nanti dinilai. Pemkab tetap di bagian kerja sama awal,” jelasnya. Diakuinya, appraisal yang menentukan sahamnya. Tetapi untuk konsep B to B, hanya PTPN XII dengan Angkasa Pura II.

Ke depan, apa pun hasilnya, diharapkan Bandara Notohadinegoro Jember bisa memberikan yang terbaik bagi kedua belah pihak. “Serta diharapkan nantinya menjadi pengungkit bagi perkembangan ekonomi jember. baik dari wisata dan sebagainya,” jelasnya. Apalagi, Anis mengakui, Jember agak tertinggal dari daerah tetangga. 

Terkait sikap PTPN XII dengan adanya Bandara Notohadinegoro ini, diakuinya tidak masalah. “Yang jelas PTPN XII ikhlas aja memang untuk pengembangan Jember,” tuturnya. Pihaknya pun berharap segala proses ini bisa tuntas dalam waktu yang singkat, sehingga bisa segera dilakukan pembangunan pengembangan bandara.

“Mudah-mudahan bisa tuntas dalam setahun ini, karena banyak yang akan kita kerjakan,” pungkasnya.

Sumber : jawapos.com/radarjember (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter