Kembangkan Wisata Air di Jember

Meskipun bukan core bisnis utama, namun wisata menjadi salah satu lumbung bagi PTPN XII. Oleh karena itu, 2018 ini mereka pun fokus untuk pengembangan sektor agrowisata. Salah satunya dengan re-launching Warung Wisata Air di Glantangan, Tempurejo, Sabtu (3/2).

Direktur Operasional PTPN XII, Anis Febriantomo menuturkan, sektor pariwisata saat ini memang sangat menggiurkan. Apalagi, di beberapa lokasi yang dijadikan sebagai wisata juga cukup berhasil, sehingga terus dilakukan pengembangan agrowisata selain dari usaha utama perkebunan.

Pihaknya pun menargetkan penerimaan pendapatan dari sektor ini sebesar 12 miliar pada 2018. “Ini hasil evaluasi terhadap seluruh usaha di sektor agrowisata,” jelasnya. Memang di tahun sebelumnya sektor ini memberikan penghasilan sekitar Rp 5-6 miliar saja, sehingga tahun ini pun digenjot cukup tinggi.

“Ada 2 yang kita evaluasi, yang pertama industri hilir seperti kafe dan sebagainya, kemudian agrowisata,” jelasnya. Selain itu, mengoptimalkan berbagai agrowisata yang ada untuk mencapai target ini. Untuk menunjang penambahan penerimaan dari sektor agrowisata, lanjut Anis, pihaknya sudah mengembangkan 15 destinasi wisata milik PTPN XII, mulai dari Tretes Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi.

Dirinya mengatakan, berbagai wisata ini memang dengan memunculkan kekhasan daerah masing-masing. Seperti sebelumnya, ada Dusun Coklat di Banyuwangi, Sedangkan untuk Kabupaten Jember, pihaknya kembali menghidupkan destinasi wisata di Kebun Glantangan yang sebelumnya pernah mati suri menjadi Warung Wisata Air. 

Lokasi wisata seluas 2 hektare disulap menjadi Wisata Warung Air Glantangan dengan konsep wisata air. “Kalau wisata air, kan belum ada yang seperti ini, kan yang ada di Bogor, Bandung di luar banyak,” jelasnya. Sehingga, ini akan menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin wisata unggulan berbeda di Jember.

Hal ini agar wisatawan yang berkunjung mendapatkan kepuasan lebih dari gabungan konsep wisata perkebunan dengan warung air. Selain itu, di wahana wisata ini juga disediakan fasilitas outbond dan edukasi perkebunan terhadap masyarakat. Dengan konsep warung yang dikelilingi kolam, tentu akan menjadi destinasi unggulan di Jember

 “Di sini, wisatawan juga bisa belajar tentang tanaman perkebunan. Jadi, ada edukasi perkebunan termasuk dengan pabrik kepada masyarakat, anak-anak terutama,” jelasnya. Pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten untuk mengembangkan destinasi agrowisata tersebut.

Dirinya mengatakan, di Jember, pihaknya memang akan fokus di Mumbul Garden serta Wisata Warung Air ini, perkebunan Rayap sebagai pendukung lokasi wisata Rembangan milik Pemkab Jember. “Pendapatan dari sektor ini kalau di Jember masih kecil, kecuali di Gumitir, pendapatannya sudah lebih dari 1 miliar,” jelasnya. 

Bahkan, lanjut Anis, pihak direksi PTPN XII berharap agrowisata bisa menjadi anak perusahaan sendiri yang khusus mengelola destinasi wisata yang berada di wilayah lahan perkebunan. “Sebetulnya, agrowisata anak perusahaan sendiri, tapi, sementara kita tempelkan pada Rolas Nusantara Mandiri (anak perusahaan PTPN XII) seperti Cafe Rollas. Tetapi tetap harus profesional,” pungkasnya.

Sumber : jawapos.com/radarjember (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter