Ini yang Menyebabkan Produksi Gula di Uni Eropa Menumpuk

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi gula di negara produsen terbesar ketiga dunia, Uni Eropa, diprediksi akan mengalami kenaikan sekitar 21% pada musim 2017/2018 seiring dengan kondisi cuaca yang menguntungkan.

Alexandre Luneau, EVP of Market Risk Management di Paris menuturkan, output gula Uni Eropa (UE) akan menjadi 20,1 juta ton pada musim 2017/2018, naik sekitar 21% dari 15,9 juta ton pada musim sebelumnya.

“Hal ini terjadi seiring dengan kembalinya cuaca yang normal” kata Luneau, seperti dilansir dari Bloomberg.

Adapun hasil dari peningkatan produksi di musim ini, diperkirakan berpotensi mengurangi produksi UE sebesar 1 juta ton pada musim 2018/2019 mendatang.

Sebagai informasi, perhitungan musim dimulai pada Oktober dan berakhir pada September di tahun berikutnya. Artinya, awal musim berada di kuartal keempat di setiap tahunnya.

Sementara itu, konsumsi gula UE diperkirakan mencapai 17,5 juta ton pada musim 2017/2018, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar 17,7 juta ton.

Angka ini menunjukkan bahwa permintaan gula UE akan lebih rendah dari tingkat kenaikan produksi, sehingga menyebabkan kondisi surplus.

Mengantisipasi kondisi surplus yang signifikan, UE diperkirakan akan meningkatkan pengirimannya ke luar negeri sekitar 3,5 juta ton pada musim ini, lebih tinggi dari ekspor pada musim sebelumnya sebesar 1,4 juta ton ketika WTO mengatur pembatasan pengiriman.

Sumber : market.bisnis.com (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter