Jakarta, InfoPublik – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PTPN XII dalam kaji terap Front-End Engineering Design (FEED) Pabrik Gula Modern, Terintergrasi dan Terpadu berkapasitas 6.000 ton cane per day (TCD).

Direktur Pusat Industri Permesinan BPPT,m Barman Tambunan mengatakan, hingga kini BPPT aktif dalam 11 kegiatan dari 22 program aksi Revitalisasi Industri Gula Nasional (PRIGN). Satu kegiatan utamanya adalah Desain Konseptual Pabrik Gula Modern 10.000 TCD.

“Luaran kegiatan ini dan akumulasi pengetahuan, serta pengalaman perekayasa BPPT dalam teknologi peralatan pabrik gula (PG), menjadi landasan BPPT mengintermediasi potensi anak bangsa yang berkompeten, untuk memenuhi permintaan PTPN XII mengembangkan FEED PG Modern dan Terpadu kapasitas 6.000 TCD,” kata Barman pada acara dialog gula Nasional dan peluncuran Buku Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih di BPPT, Selasa (20/3).

Disebutkan, lebih lanjut FEED ini menjadi referensi dasar Detail Engineering Design (DED) Pabrik Gula Glenmore. Selain kinerja, juga optimasi TKDN dan peran serta industri nasional, sebagai langkah menuju adanya Desain Standar Pabrik Gula Merah Putih.

Guna mengantisipasi kebutuhan gula nasional yang terus meningkat sejak tahun 2012, hingga menyebabkan impor produk gula, hal ini memerlukan usaha holistik, baik dari sisi On Farm maupun Off Farm untuk menuju swasembada gula nasional. Oleh sebab itu dirasakan perlu adanya penguasaan teknologi industri gula mulai dari kliring teknologi, audit teknologi dan inovasi teknologi di industri gula Nasional yang mencakup teknologi proses, diverisifikasi produk dan turunannya.

“Diharapkan melalui acara tersebut terjadi sinergi antar pemangku kepentingan yang menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang berpihak pada potensi dalam negeri untuk pencapaian swasembada gula dan kemnadirian industri manufaktur nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Kementerian Perindustrian Zakiyudin menyampaikan, acara dialog gula nasional dan peluncuran Buku Standar Desain Pabrik Gula Merah Putih ini merupakan peristiwa yang sangat penting, karena problem selama ini masih kekurangan desain.

“Di BPPT sudah mampu mambuat sampai FEED. Sebagaimana kita ketahui, kuncinya nanti turun kepada Engineering Procurement & Consttruction (EPC)-nya, akhirnya kita bisa mendesain kira-kira untuk lokal peralatannya. Kemampun sudah ada di dalam negeri, dan ini sangat mendorong dengan TKDN,” ujarnya.

Disebutkan, upaya dari Kementerian Perindustrian terkait dengan demand gula yang tinggi dan supplay-nya yang masih kurang, Kemenprin bersama-sama kementerian terkait, termasuk dengan Menko Kemaritiman terus menggulirkan  regulasi antara lain melalui Permenprin No. 10/2017 lebih mendorong kepada bagaimana investor mau menanamkan modal di pabrik gula, karena pabrik gula ini diperlukan modal cukup besar.

“Mudah-mudahan dengan beberapa regulasi ini bisa mendorong pabrik gula yang dicanangkan pada hari ini,” paparnya.

Sumber : infopublik.id (djk)