BNI dan PTPN XII Berkolaborasi Dukung 1.500 Petani Kopi

Melalui kolaborasi antara BNI dan PTPN XII ini, petani diharapkan dapat memperoleh berbagai manfaat. Di antaranya, petani mendapatkan pembinaan, akses pembiayaan, dan akses pasar hasil panen kopi rakyat

BANYUWANGI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII sepakat berkolaborasi untuk memperdalam dukungan terhadap para petani kopi di Jawa Timur. Salah satu dukungan utamanya adalah dengan adanya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Kemitraan dari BNI kepada para petani kopi yang menjadi mitra binaan PTPN XII.

“Dukungan ini merupakan buah dari Sinergi BUMN antara BNI dan PTPN XII yang dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi,“ kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, saat mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan kunjungan kerja di Perkebunan Kopi Gunung Gumitir, Desa Sidomulyo, Gumitir, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/7).

Catur menuturkan, BNI telah menyalurkan KUR kepada petani-petani kopi yang tersebar di kawasan Banyuwangi dan sekitarnya sekitar bulan Maret – April 2018, atau satu bulan setelah Program Kemitraan Petani Kopi PTPN XII dengan BNI diluncurkan. Saat itu sebanyak 559 petani kopi rakyat mendapatkan kucuran KUR dari BNI sebesar Rp5,2 miliar.

“Adanya penerima Kredit Kemitraan ini ditargetkan oleh BNI, agar para penerima tersebut mendapatkan bimbingan dan dapat naik kelas dan memenuhi untuk mendapatkan KUR di periode berikutnya,” lanjutnya.

Ia mengatakan, dukungan BNI terhadap para petani kopi rakyat tersebut berlanjut pada 26 Juni 2018, dengan disalurkannya Kredit Kemitraan. Sebanyak 1.018 petani kopi rakyat mendapatkan Kredit Kemitraan BNI, dengan total yang tersalurkan sebanyak Rp7,6 miliar. Pembiayaan kepada petani KUR dilakukan secara one on one di 3 kabupaten (Banyuwangi, Jember dan Malang).

Untuk Program Kemitraan disalurkan kepada 109 kelompok di Kabupaten Banyuwangi dan Jember. Dengan demikian terdapat sekitar 1.577 petani kopi rakyat yang telah mendapatkan kucuran kredit BNI, baik berupa KUR maupun Kredit Kemitraan.

GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo menambahkan, kepedulian BNI terhadap peningkatan kesejahteraan petani tersebut, antara lain dilakukan dengan melakukan seleksi para petani untuk diikutkan dalam pelatihan dan sertifikasi menjadi Barista.

Menurut Bambang, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani Kopi Binaan PTPN XII, kedua BUMN memberikan program capacity building untuk memperkaya dan menambah pengetahuan para petani. Kegiatan capacity building yang dilakukan antara lain, Pertama, Pelatihan budidaya kopi agar lebih produktif dan unggul.

Kedua, memberikan pelatihan teknik panen dan petik serta pengolahan kopi yang baik. Ketiga, Menciptakan petani kopi rakyat menjadi barista. "Pemateri capacity building berasal dari PTPN XII dan pemilik Ijen Isun Cafe," ujarnya.

Kualitas dan Produktivitas
Masuknya BNI dalam program-program pengembangan kesejahteraan petani kopi rakyat ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, petani kopi rakyat masih sulit memperoleh akses pembiayaan, akses pasar dan akses mendapatkan pelatihan budidaya kopi yang baik. Kedua, kebun kopi petani rakyat umumnya berupa tanaman kopi yang usia tanamannya sudah tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Ketiga, produktivitas dan kualitas kopi rakyat masih belum memenuhi standar kualitas kopi yang baik. Keempat, masih terjadi iddle capacity kekurangan bahan baku pabrik PTPN XII yang dipasok oleh hasil kopi rakyat. Kelima, Implementasi hasil riset/ pengembangan teknologi kopi dari PTPN XII diperlukan oleh masyarakat petani kopi untuk kesejahteraan petani.

Melalui kolaborasi antara BNI dan PTPN XII ini, petani diharapkan dapat memperoleh berbagai manfaat. Di antaranya, petani mendapatkan pembinaan, akses pembiayaan, dan akses pasar hasil panen kopi rakyat.

Kemudian, kualitas dan produktivitas kopi rakyat meningkat. Lalu, petani dapat melakukan budidaya dengan benar dan menjaga kelangsungan produksi tanaman kopi dan kelestarian lingkungan. Selain itu, tingkat keamanan kebun membaik seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani kopi rakyat.

Rini yang mengunjungi kelompok petani kopi di Gunung Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui program kemitraan dengan sejumlah BUMN.

"BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendorong kesejahteraan petani, melalui program kemitraan, pembiayaan dan pemberian bimbingan teknis kepada petani kopi rakyat," kata Rini seperti dilansir Antara.

Selain mendapatkan KUR dari BNI, kata Rini, PTPN XII selaku pembina dari petani kopi rakyat dapat memberikan pembinaan budi daya kopi sejak pembibitan, pemeliharaan serta memastikan petani melakukan budidaya kopi dengan baik, serta menjaga kelangsungan produksi tanaman kopi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, tingkat keamanan kebun petani bisa terus membaik seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani kopi. "Dengan kemudahan dalam akses pembiayaan, akses pasar dan akses mendapatkan pelatihan budi daya kopi yang baik saya yakin produktivitas dan kualitas kopi rakyat akan meningkat. Tentunya yang diharapkan adalah perbaikan kesejahteraan hidup petani di sini," tuturnya.

Sumber : validnews.co (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter