Jargon “MALANGSARI BANGKIT”, Jadi Motivasi Etos Kerja Internal Managemen Kebun Malangsari

 

Banyuwangi Oposisi - Siapa yang tidak mengenal sebutan nama Perkebunan Malangsari di tubuh Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) yang dikelola PTPN XII. Urusan kelola tanaman kopi Kebun Malangsari pernah jadi Icon PTPN XII dalam hal mutu juga jumlah produksinya. Kini tekad untuk mengembalikan kejayaan Kebun Malangsari seperti beberapa tahun sebelumnya menggelora dengan jargon “Malangsari Bangkit”. Untuk capaian atau wujudkan mimpi besar akan kembalinya kejayaan Kebun Malangsari, Manager Malangsari Sanuri bakar semangat semua elemen yang ada di Kebun Malangsari. Selain itu berbenah managemen dan meningkatkan etos kerja karyawan juga jadi perhatian khusus. 

”Semangat kerja tanpa dibarengi managemen yang bagus capaiannya tidak akan maksimal bisa jadi kegagalan yang didapat. Dan untuk itu saya bersama keluarga besar Kebun Malangsari akan bekerja keras untuk kembalikan kejayaan dan kebanggaan yang dulu pernah dicapai dan dirasakan Karyawan/ Masyarakat Kebun Malangsari,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Manager Malangsari Sanuri, bahwa dirinya secara Kedinasan benar sebagai Manager atau Pimpinan Kebun. Namun secara pribadi Sanuri mengakui bahwa dirinya dan seluruh karyawan kebun adalah sebuah keluarga besar yang punya kewajiban sama untuk memajukan Kebun Malangsari. Manager, Wakil Manager, KTU, Sinder, Mandor Besar, dan Mandor secara teknis hanya selaku komando agar pengelolaan kebun bisa berjalan sesuai target yang telah ditetntukan. Usai laksanakan tugas setelah di rumah dinas masing – masing dalam kesehariannya mereka harus kembali menjadi sebuah keluarga dan saudara. 

”Saya tidak ingin ada karyawan takut dan tidak pula berani pada atasannya. Saya berikan kebebasan pada karyawan untuk berani menyampaikan ide – ide selama untuk kebaikan kebun. Jangakan Karyawan, dalam diri saya pun walau selaku Manager, harus ada rasa takut untuk berbuat salah dan tidak melaksanakan tugas serta tanggung jawab sebagaimana tupoksi masing – masing. Karena apa, saya meyakini ketidakterbukaan antara atasan kepada karyawan dan sebaliknya justru jadi penghalang gerak langkah untuk maju,” urai Manager Sanuri dengan ketulusannya.

Pantauan media, termasuk apa yang dilakukan Manager Sanuri bersama jajaran internal Kebun telusuri tapal batas kebun. Dengan berbekal semangat “Trabas, Brantas, Supaya Bekerja Tuntas” jajaran internal Kebun Malangsari dibawah komando Managernya. Memastikan keamanan dan kroscek kondisi kebunnya. Memastikan dan evaluasi sejauh mana kinerja jajarannya di wilayah Afdeling masing – masing. Kebersamaan nampaknya menjadi alat membangun sinergisitas yang kuat, dan saat sedang bersama itu pula ketika ditemukan hal – hal yang tidak sesuai target dibahas secara bersama solusinya.

Sumber : https://www.beritaoposisi.co.id

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter