Mencicipi Kopi Rollaas dan Teh premium Sila di IMF- WB Annual Meeting 2018

 

Kopi lokal Kopi Rollaas merupakan kopi hasil perkebunan rakyat di Jawa Timur ( Foto: Ist / Ist )

 

Jakarta -Acara IMF- WB Annual Meeting 2018 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, mulai 8-14 Oktober 2018, juga sekaligus menjadi ajang promosi bagi produk Indonesia. Di ajang itu, lebih dari 15 ribu peserta, yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, merupakan pasar potensial bagi produk seni budaya dan kuliner Indonesia.

Di acara IMF- WB Annual Meeting 2018 itu, peserta berkesempatan mencicipi berbagai produk kopi dan teh produksi Nusantara. Salah satunya adalah kopi Rollaas dan teh pemium Sila yang diproduksi PT. Perkebunan Nusantara (PTPN Group). Kopi Rollaas dan teh Sila dipamerkan dalam Indonesia Pavilion, pameran kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan selama berlangsungnya IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018.

Indonesia Pavilion yang resmi dibuka Menteri BUMN Rini Soemarno adalah lokasi yang menampilkan kekhasan Indonesia dari segi pembangunan, bisnis, proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan yang khsusus disajikan dalam menyambut delegasi IMF-WB Group Annual Meeting 2018.

“Kami sangat bangga dapat berpartisipasi dalam Indonesia Pavilion, kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan kami untuk memamerkan dan memperkenalkan produk PTPN kepada seluruh delegasi IMF WB Annual Meeting 2018” kata Direktur Keuangan Jatmiko K. Santosa, dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (11/10).

Jatmiko menjelaskan, Kopi Rollaas dan Teh Sila merupakan produk unggulan yang berasal dari perkebunan rakyat milik PTPN Group.

“Kami berharap produk kami diminati dan mendapatkan respon positif dari para delegasi yang hadir sehingga bisa mengenal produk unggulan Kopi Rollaas dan Teh Silla,” ujarnya.

Kopi Rollaas adalah kopi lokal yang berasal dari perkebunan-perkebunan rakyat di wilayah Jawa Timur yang merupakan specialty coffee (kopi premium) seperti Jampit, Ijen. “Rasa specialty coffee itu kan khas. Sudah enak diminum meski tanpa gula, ada karakter rasa fruity yang spesifik sesuai dengan daerah asal kopi. Seperti karakter rasa coklat, rasa jahe, atau rasa kopi yang seperti anggur. Apalagi bagi penikmat kopi, pasti lebih paham,” ujarnya.

Sedangkan untuk Teh Sila menyediakan khusus tiga varian racikan teh yaitu Levare Black Tea yang merupakan racikan teh hitam dan kayu manis, Silver Needle yang merupakan teh putih, dan Fres’O Green Tea yakni teh hijau dengan campuran jeruk citrus dan lemon serta mint. Tentunya masing-masing memiliki khasiat sesuai dari bahan bakunya.

“Harapan kami dengan berpartisipasi dalam event ini akan membuka pintu untuk Rollaas dan Sila menembus pasar Nasional dan Internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan event internasional ini merupakan event bergengsi - prestisius, sehingga produk yang dihadirkan pada pameran Indonesia Pavilion ini hanya produk unggulan Indonesia. Diharapkan para delegasi negara-negara Sahabat dapat mengapresiasi keunggulan kekayaan alam, budaya dan kemajuan peradaban Indonesia. “Pembeli potential akan melihat bahwa Rollaas dan Sila memilik kualitas bertaraf Internasional,” ungkapnya.

 

Source:

http://www.beritasatu.com/kuliner/515908-mencicipi-kopi-rollaas-dan-teh-premium-sila-di-imf-wb-annual-meeting-2018.html

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter