5 Khasiat Unik Bubuk Kakao Bagi Kesehatan Tubuh

Bubuk kakao adalah bahan dasar pembuat cokelat yang terbuat dari biji kakao yang telah dihancurkan. Bubuk kakao asli punya rasa yang tawar cenderung pahit. Namun, ada segudang manfaat baik bagi kesehatan tubuh yang mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya.

Apa saja manfaat bubuk kakao?

Jika cokelat biasanya hadir dengan rasa manis berkat tambahan mentega, susu, dan gulanya, tapi tidak demikian dengan bubuk kakao. Bubuk kakao sering kali diproses menjadi cokelat hitam (dark chocolate), sehingga masih cukup asli karena belum mendapat tambahan bahan-bahan lainnya.

Sebelum menggunakan bubuk kakao sebagai bahan pembuat kue, es krim, dan berbagai sajian favorit lainnya, cermati dulu beberapa manfaat bubuk kakao berikut ini:

1. Tinggi antioksidan

Bubuk kakao adalah salah satu makanan yang kaya akan kandungan flavonoid sebagai bagian dari senyawa polifenol. Keduanya merupakan antioksidan alami. Antioksidan adalah zat yang bertugas untuk menangkal efek buruk dari radikal bebas, yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.

Senyawa polifenol ini banyak dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan. Mulai dari mengurangi peradangan, memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, hingga meningkatkan kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke

Oleh karena tinggi kandungan flavonoidnya, maka bubuk kakao dipercaya dapat memperkecil peluang Anda mengalami serangan jantung dan stroke. Pasalnya, flavonoid akan berperan dalam meningkatkan oksida nitrat di dalam darah yang akan melebarkan arteri dan pembuluh darah dalam tubuh, sehingga aliran darah meningkat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Cardiac Society pada hampir 158.000 orang menemukan bahwa banyak makan cokelat nyatanya dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Ini karena kakao diyakini mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

3. Mengurangi gejala depresi

Cokelat sudah lama dikenal bisa memperbaiki suasana hati seseorang. Ternyata, bubuk kakao punya andil besar dalam hal ini. Menurut dr. Elson Haas, seorang penulis buku Staying Healthy With Nutrition, bahwa bubuk dari biji kakao ini bisa memperbaiki suasana hati sekaligus mengatasi serangan depresi.

Efek positif ini didapat dari kandungan senyawa flavanol yang mampu menstabilkan serotonin, yakni zat kimia dalam tubuh dengan peran pentingya dalam mengendalikan emosi. Tidak hanya itu, para peneliti dari Michigan Medicine University of Michigan juga menuturkan bahwa bubuk kakao bisa membantu produksi hormon endorfin sebagai pembentuk mood baik dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam European Academy of Nutritional Sciences turut membuktikan hal ini. Hasilnya, kesehatan tubuh pria dewasa usia lanjut yang cukup sering makan cokelat cenderung meningkat disertai dengan membaiknya kondisi psikologisnya.

4. Memperbaiki fungsi otak

Bubuk pembuat cokelat ini ternyata punya manfaat lain yang tak kalah unik, yaitu untuk menunjang berbagai fungsi otak. Ini karena kandungan senyawa polifenol dalam bubuk kakao bisa menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif dengan cara memperbaiki fungsi otak dan aliran darah dalam tubuh.

Senyawa polifenol mengalir bersama darah yang menuju ke otak, dan terlibat langsung dengan kerja biokimia sebagai penghasil neuron dan molekul penting guna menunjang fungsi otak. Selain itu, polifenol juga dapat memengaruhi produksi nitrit oksida, yang akan melemaskan otot-otot pembuluh darah dan meningkatkan suplai darah untuk otak.

5. Menurunkan tekanan darah

Kandungan flavonoid dalam bubuk kakao dipercaya dapat memperbaiki kadar oksida nitral dalam darah, yang secara bersamaan akan meningkatkan fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Bahkan, temuan dari sebuah studi yang dimuat dalam Cochrane Library turut mendukung pernyataan tersebut.

Menurutnya, efek baik dari flavonoid ini akan semakin terlihat bila dikonsumsi oleh orang yang telah memiliki tekanan darah tinggi daripada yang tidak, serta pada orang yang telah berusia lanjut dibandingkan dengan usia muda.

Sumber : hellosehat.com

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter