Sampai dengan semester I tahun 2010 ini, tercatat belanja modal (capital expenditure/capex) PT Perkebunan Nusantara XII yang telah dikeluarkan mencapai Rp 80 miliar. Jumlah tersebut sekitar 40% dari total capex yang dianggarkan perusahaan tahun ini sebesar Rp200 miliar. Rinciannya adalah Rp160 miliar untuk investasi tanaman dan Rp 40 miliar untuk investasi non tanaman.
Direktur Utama PTPN XII, Nurhidayat, mengatakan dana sebesar Rp 80 miliar tersebut sebagian besar atau sekitar Rp 76 miliar telah digunakan untuk melakukan investasi tanaman. Seperti replanting tanaman kopi, melakukan penanaman pohon baru, melakukan konversi karet dan lain sebagainya.
Menurutnya sebenarnya dalam satu tahun ini belanja modal yang dianggarkan untuk melakukan investasi tanaman mencapai Rp 160 miliar, tapi sampai saat ini baru dialokasikan sebesar Rp 76 miliar untuk realisasi berbagai program terkait peningkatan produksi tanaman di masa yang akan datang, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk pendanaan di semester II tahun ini.
Sementara Rp 4 miliar sisanya digunakan untuk melakukan investasi non tanaman, salah satunya untuk melakukan finishing pembangunan Rollaas Coffee & Tea di Tunjungan Plaza Surabaya dan proses poduksi Air Minum Dalam Kemasan (ADM) yang bermerek Airolas serta perbaikan pabrik dan rumah karyawan.
Terkait laba PTPN XII selama semester I tahun 2010, Nur Hidayat mengungkapkan masih cukup kecil, sekitar Rp 6 miliar hingga Rp7 miliar dari target laba sekitar Rp 94,7 miliar setahun. Hal ini dikarenakan pola perusahaan perkebunan di awal tahun memang masih dalam kondisi slow karena belum memasuki musim panen.
Pencapaian ini bukan minim, namun ini lebih diakibatkan oleh pola atau ritme perusahaan perkebunan. Bisanya target laba akan terkejar di Semester II dengan datangnya musim panen di sejumlah perkebunan kami.
Direktur Produksi PTPN XII, Danu Rianto, menambahkan pada tahun ini produksi kopi Robusta PTPN XII ditarget bakal tembus diangka 5.000 ton setahun, kopi Arabika sebesar 3.400 ton setahun, teh sebanyak 2.800 ton setahun, karet sebanyak 13.000 ton setahun kakao bulk sebanyak 5.000 ton, kakao edel serta kopi luwak sebesar 2.000 kilogram setahun.
Meskipun saat ini terjadi anomali musim yang bisa dipastikan akan mengganggu produksi, namun PTPN XII yakin target produksi selama 2010 ini akan terpenuhi
(HiL/Humas)