Situbondo, zonaberita.com-Perkebunan kopi Arabika di bawah pengelolaan PTPN XII di Desa Kayu Mas, Kecamatan Arjasa, Situbondo, tahun 2010 ini memasuki panen raya. Ditargetkan panen raya mencapai 400 ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya memproduksi 150 ton.
Kopi Arabika kualitas ekspor di Desa Kayu Mas seluas 514 hektar. Puncak panen raya kopi Arabica diperkirakan pada bulan Agustus mendatang.
Dalam permulaan panen raya tersebut secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Situbondo, HM Suroso beserta pejabat muspida diantaraya Kapolres, komandan kodim, dan ketua DPRD Situbondo. Sejumlah pejabat pemkab instansi terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian turut dalam acara panen raya kopi Arabika.
Manager Perkebunan Kayu Mas, Ir Erwanu Suhadi kepada www.zonaberita.com mengatakan, produksi kopi Arabika tahun 2010 ada tren naik dibanding produksi tahun 2009. Dari target 200 ton hanya terpenuhi 150 ton pada 2009.
Ia berkeyakinan, produksi kopi Arabica tahun 2010 dapat memenuhi target. Pasalnya, dari bulan Juli tahap awal panen raya ini jumlahnya bisa melampaui dari target.
"Insya Allah target kita 400 ton panen tahun 2010 ini terpenuhi, karena tahap awal bulan juli ini sudah melampaui," ujarnya.
Dikatakannya, kondisi cuaca buruk yang terjadi tidak mempengaruhi jumlah produksi kopi. Hanya saja, kata Erwanu yang baru menjabat dua minggu sebagai manager Perkebunan Kayu Mas, cuaca buruk bisa mempengaruhi terhadap kualitas kopi.
Panen raya kopi Arabika di perkebunan Kayu Mas juga mengundang perhatian sejumlah pejabat muspida. Ini karena pihak perkebunan Kayu Mas memberikan kesempatan untuk menyaksikan proses produksi kopi luwak.
Kopi luwak sebenarnya adalah kopi Arabika, hanya saja produksinya melalui proses pencernaan binatang luwak. Binatang luwak ini ditangkarkan dengan diberi makanan kopi, selanjutnya kopi yang dimakan tersebut keluar bersamaan kotoran luwak.
Produksi kopi luwak di perkebunan Kayu Mas, lebih dari 2 ton tiap tahunnya. Kopi luwak sangat diminati pasar dunia. Tak heran harganya satu kilogram kopi luwak saat ini mencapai 100 dolar amerika.
Wakil Bupati Suroso mengatakan, perkebunan Kopi di Desa Kayumas tersebut juga merupakan potensi wisata yang berada di wilayahnya. Proses produksi kopi luwak menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan, selain keindahan alam yang berada di lokasi perkebunan. (sas/oen)