Ingin Wisata Alam Datang di Perkebunan Teh Kedaton

Bicara soal teh tidak hanya soal rasa dan kasiatnya. Anda harus mencoba Teh Kedaton Tiris, lokasi wisata alam perkebun teh milik PTPN XII, berada di Kecamatan Tiris, Probolinggo Jawa Timur. Aroma wadang teh dan kenikmatan rasanya, membuat pengunjung betah untuk berlama-lama sembari merileksasi diri dari kepenatan usai anda berkerja.

Sekedar tahu, tanaman teh masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 1684, masih berbentuk bijik asal Jepang yang dibawa oleh warga kebangsaan Jerman, Andreas Kleyer. Awalnya tanaman teh hanya sebagai tanaman hias di kota Jakarta. Kemudian diadakan uji coba pertama dengan menanam teh dalam skala besar di Purwakarta dan Kebun Jatirono, Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Salah satunya kebun Kebun teh ini berada di Afdeling Lawang Kedaton, Kebun Gunung Gambir, yang dimiliki PTPN XII. Kebun teh ini ada sejak tahun 1918 dan pelan-pelan mulai perkembangannya tahun 1930. Hasil kebun teh lawang Kedaton masuk Desa Andongbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo sejak berdiri hingga kini mampu menghasil teh berkualitas ekspor. Pada jaman kolonial teh asal Tiris dikirim ke Belanda memasok kebutuhan teh dunia.

Soal kenikmatan teh Lawang kedaton Tiris tak usah diperdebatkan lagi. Wangi, segar dan bikin nyaman bagi yang menyeduhnya.  Perkebunan teh Andung Biru ini, berada di ketinggian 900-1.300 mdpl dan kurang lebih 15 kilometer dari kantor Camat Tiris, atau sekitar kurang lebih 60 km dari Kota Kraksaan. Untuk mencapai destinasi ini, pelancong dapat menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Medan yang menantang memasuki kebun teh Kadaton diselingi suasana dingin pegunungan akan membuat tubuh menjadi segar. Cocok, untuk pengemar out bond dan petualang alam bebas.

Saat anda memasuki kebun teh di Tiris ini pandangan mata langsung tertuju ratusan buruh pemetik daun teh Kedaton. Mereka saling berpacu dengan kecepatan tangan dan tangkas memilih daun terbaik untuk dipetik. Di perkebunan teh ini, pelancong dapat menemukan berbagai macam jenis teh, yang diantaranya yaitu teh rengganis, teh hijau, dan teh Rolas.Tanaman tehnya sendiri seluas 300 hektar itu, termasuk teh hijau yang dibudidayakan sebesar 10 hektar. Tak kurang dari 245 ton per tahun untuk daun teh yang sudah siap untuk diproses.

“ Suasana pegunungan dan luasnya kebun teh membuat mata dan pikiran kita menjadi rileks. Untuk kesini butuh perjuangan namun akan terbayar jika sudah berada di kebun teh Kedaton”, ujar Yulis PNS yang memilih melakukan kegiatan bersama awak media  di kawasan PTPN XII ini.

Jika berkunjung ke sini anda kan dibolehkan menikmati teh Kedaton yang terkenal harum dan membikin badan hangat. Sayangnya, lokasi kebun teh di Tiris ini belum didukung infrastuktur yang memadai. Tetapi itulah seninya berburu pemandangan indah dan yang memacu andrenalin.

Oya jika anda di lokasi ini jangan lupa membuat swafoto yang banyak di lereng gunung Reganis. Keindahan dan hijaunya teh kedaton layak anda abadikan. Selain menikmati sajian teh khas Tiris disini bisa singggah di Ranu Segaran atau sumber air panas. Sekali gayung ada dua obyek wisata lain yang bisa kita kunjungi. Pernah sesekali rombongan bule asal Belanda datang ke afdeling Lawang Kedaton, Gunung Gambir,Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Mereka umumnya ingin melihat kebun yang dulunya dibangun oleh kakek buyutnya.

“ Sering juga ada bule Belanda datang kesini untuk mengenang kakekbuyutnya yang konon mendirikan kebun Lawang Kedaton. Sekarang sering juga pelacong datang rombongan untuk melihat proses memetik teh dan menikmati indahnya kebun disini,” tutur Aris Triantoro (asisten tanaman Lawang Kedaton).

Aris juga menerangkan, hasil produksi daun teh setelah dipetik akan dikirim ke pabrik pengolahan di Lumajang. Hasilnya akan dipasarkan baik eksport maupun memenuhi pasar di Jawa Timur.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sidik Widjanarko mengatakan, melalui dinasnya lokasi parawisata alam akan dikembangkan menjadi destinasi kunjungan wisatawan baru selain Bromo.

“ Banyak tempat yang dimiliki Kabupaten Probolinggo perlu sama-sama kita kembangkan. Pontensi wisata baru yang saat ini mulai menarik perhatian pengunjung akan kami dorong bangun fasilitasnya,”katanya.

 

Sumber : KABARRAKYAT.ID, PROBOLINGGO (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter