Menteri BUMN Ingatkan Petani Kopi di Banyuwangi Jaga Kualitas

PETANI kopi diingatkan untuk menjaga kualitas produk agar bisa meraup keuntungan berlipat.

"Kami lakukan pembinaan. Seperti dengan panen raya ini tujuannya agar mereka bisa memanen biji kopi yang paling tepat. Biji kopi terbaik adalah yang masaknya merah sekali. Itu yang premium dan harganya tertinggi jangan dicampur dengan yang hijau membuat harga turun," ujar Menteri BUMN RI, Rini Soemarno saat panen raya kopi di Kebun Gunung Gumitir PTPN XII Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/7).

Menurut Rini dengan pembinaan yang benar, seperti menentukan masa panen akan membuat kualitas kopi tetap terjaga dan harga tidak jatuh.

"Jika untuk kopi robusta biasanya seharga Rp3.000 per kilogram, dengan pembinaan yang bagus harganya bisa sampai Rp6.000/Kg," imbuh Rini.

Selain itu, pembinaan yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap petani kopi, juga dilakukan bersinergi, antara PTPN XII dengan BNI. Di mana PTPN XII jadi leader yang membina petani secara langsung dan BNI 46 selaku pemberi kredit, terutama untuk pemiliharaan tanaman kopi.

"PTPN XII yang membina mereka, bagaimana memanen tidak sembarangan, dipilih yang bagus bagus, secara rata rata mengalami kenaikan. Sementara BNI 46 memberikan bantuan kreditnya dengan program KUR, untuk pemeliharaan. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, bisa diambil dari kredit dan dibayar saat panen. Agar petani tidak terjerat tengkulak dan hidupnya jadi sejahtera," tandas Rini.

Sumber : mediaindonesia.com (djk)

Bagikan:

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to Twitter